![]() |
| Kitab dari keempat mazhan (Sumber: (www.mudah.my, http al-azharpress.com, al-aisar.com) |
Secara
sederhana, mazhab dapat diartikan
sebagai aliran mengenai hukum fikih yang menjadi pedoman dan ikutan umat Islam.
Dari segi bahasa, kata mazhab merupakan kata bentukan dari kata dasar dzahaba, yang berarti ‘pergi’. Mazhab juga
dapat diartikan ‘jalan atau tempat untuk pergi atau waktu untuk pergi’. Menurut
salah seorang ulama (Ahmad ash-Shawi al-Maliki), makna etimologis dari mazhab
adalah ‘tempat untuk pergi, seperti jalanan secara fisik’. Adapun secara
istilah, makna mazhab yang lazim digunakan dalam ilmu fikih adalah ‘pendapat
yang diambil oleh seorang imam dari para imam dalam masalah yang terkait dengan
hukum-hukum ijtihadiyah. Pendapat
yang diambil oleh seorang imam itu diikuti oleh muridnya dari generasi ke
generasi sehingga hal ini kemudian dikenal sebagai mazhab fikih.
Deskripsi
makna lain dari mazhab adalah jalan yang dilalui dan dilewati; hal yang menjadi
tujuan seseorang baik secara konkret maupun abstrak. Suatu hal dikatakan mazhab
bagi seseorang apabila cara atau jalan itu menjadi ciri khasnya. Menurut para
ulama dan ahli agama Islam, mazhab merupakan metode (manhaj) yang dibentuk melalui pemikiran dan penelitian sehingga orang
yang menjalaninya menjadikannya sebagai pedoman yang jelas batasan-batasan dan bagian-bagiannya,
yang dibangun di atas prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah.
Kehadiran
dan perbedaan mazhab dalam Islam tidak menunjukkan perbedaan yang mutlak dan
polaristis. Perbedaan itu lebih merupakan perbedaan jalan logika dan ide dalam
memahami Islam. Adapun perkara pokok dalam akidah atau tauhid masih sama dan
tidak berubah.
Dalam
pada itu, fikih (fiqh) merupakan salah
satu bidang ilmu dalam syariat Islam yang secara khusus menjelaskan masalah hukum
yang mengatur aspek-aspek kehidupan manusia yang meliputi kehidupan pribadi, kehidupan
bermasyarakat, serta kehidupan manusia dengan Tuhannya. Ulama fikih terkenal,
Imam Abu Hanifah, mendefinisikan fikih sebagai pengetahuan seorang muslim
tentang kewajiban dan haknya sebagai hamba Allah. Fikih membahas cara
beribadah, prinsip rukun Islam, dan hubungan antarmanusia sesuai yang tersurat
dalam Alquran dan Hadis.
Secara
harfiah, fikih berarti pemahaman yang mendalam terhadap suatu hal. Menurut
beberapa ulama, arti fikih secara terminologi adalah ilmu yang mendalami hukum
Islam, yang diperoleh melalui dalil di dalam Alquran dan Hadis. Fikih juga merupakan
ilmu yang membahas hukum syar'iyyah dan hubungannya dengan kehidupan manusia
sehari-hari, baik dalam ibadah maupun muamalah.
Di
kalangan umat Islam Sunni di seluruh dunia dianut empat mazhab fikih sebagai
pedoman umat dalam menjalankan ibadah
dan muamalah. Keempat mazhab itu adalah Mazhab Hanafi, Mazhab Maliki, Mazhab
Syafi’i, dan Mazhab Hambali. Nama-nama mazhab ini diambil dari nama tokoh ulama
yang mencetuskan mazhabnya masing-masing.
Dalam
keyakinan umat Muslim Sunni, empat mazhab tersebut valid untuk diikuti.
Perbedaan yang terdapat pada setiap mazhab tidak bersifat mutlak dan fundamental.
Umat Muslim Sunni kalangan Salafiyah menggunakan semua mahzab dengan dalil yang
kuat sebagai pedoman dalam menjalankan ibadah. Berikut ini diuraikan secara
singkat empat mazhab yang dianut umat Muslim Sunni.
A. Mazhab Hanafi
Mazhab
Hanafi didirikan oleh Imam Abu Hanifah yang memiliki nama lengkap Abu Hanifah
bin Nu'man bin Tsabit Al-Taimi Al-Kufi. Mazhab ini merupakan mazhab yang paling
dominan di kalangan umat Islam Sunni. Sekitar 30-45 persen umat Islam Sunni dunia
menganut mazhab ini. Penganutnya banyak terdapat di Asia Selatan (Pakistan,
India, Bangladesh, Sri Lanka, dan Maladewa), Mesir bagian utara, Irak, Syria,
Lebanon, Palestina (campuran Syafi'i dan Hanafi), dan Kaukasia (Chechnya,
Dagestan). Mazhab Hanafi dikenal sebagai mazhab yang paling terbuka terhadap ide
modern.
B.
Mazhab Maliki
Mazhab
ini didirikan oleh Imam Malik bin Anas yang memiliki nama lengkap Malik bin
Anas bin Malik bin Abi Amirul Ashbani. Mazhab Maliki diikuti oleh sekitar 15-25
persen Muslim Sunni di seluruh dunia. Mazhab Malik dominan di negara-negara
Afrika Barat dan Afrika Utara. Mazhab ini memiliki keunikan dengan menyodorkan
tata cara hidup penduduk Madinah sebagai sumber hukum karena Nabi Muhammad saw.
hijrah, hidup, dan wafat di sana. Mazhab ini, antara lain, dianut oleh umat
Islam Tunisia, Maroko, Aljazair, dan Mesir.
C. Mazhab Syafi’i
Mazhab Syafi'i adalah mazhab yang dicetuskan oleh Imam Syafi'i
pada awal abad ke-9. Mazhab Syafi'i diikuti oleh sekitar 28 persen umat muslim
di dunia. Penganutnya tersebar di Indonesia, Turki, Irak, Suriah, Iran, Bahrain,
Arab Saudi, Mesir, Somalia, Yaman, Thailand, Kamboja, Vietnam, Singapura,
Filipina, dan Sri Lanka. Mazhab Syafi'i menjadi mazhab resmi negara Malaysia
dan Brunei Darussalam.
Pemikiran fikih mazhab Syafi'i diawali oleh Imam Syafi'i, yang
hidup pada zaman pertentangan antara aliran Ahlul Hadits (cenderung berpegang
pada teks hadist) dan Ahlur Ra'yi (cenderung berpegang pada akal pikiran atau
ijtihad). Imam Syafi'i belajar kepada Imam Malik sebagai tokoh Ahlul Hadits,
dan Imam Muhammad bin Hasan asy-Syaibani sebagai tokoh Ahlur Ra'yi yang juga
murid Imam Abu Hanifah. Dari hasil berguru kepada kedua tokoh ulama itu, Imam
Syafi'i merumuskan mazhab sendiri, yang dapat dikatakan berada di antara kedua
kelompok Ahlul Hadits dan Ahlur Ra'yi.
D.
Mazhab Hambali
Mazhab ini dicetuskan oleh Ahmad bin
Muhammad Hanbal bin Hilal. Mazhab Hambali dianut oleh sekitar 5 persen umat Islam dunia.
Mazhab Hambali dominan di daerah Semenanjung Arab serta dianut mayoritas
penduduk Hejaz, di pedalaman Oman, serta beberapa tempat di sepanjang Teluk
Persia dan beberapa kota di Asia Tengah.
Mazhab
Hambali atau Al-Hanabilah dicetuskan oleh Al-Imam Ahmad bin Muhammad Hanbal bin
Hilal. Dasar-dasar yang pokok dari mazhab ini adalah berpegang pada Alquran,
Hadis marfu', serta fatwa sahabat dan
mereka yang lebih dekat pada Alquran dan Hadis. Mazhab
Hambali merupakan mazhab yang saat ini dianut di Arab Saudi.

No comments:
Post a Comment