Thursday, March 15, 2018

Empat Mazhab Fikih Pegangan dan Pedoman Umat Islam Sunni

Kitab dari keempat mazhan (Sumber: (www.mudah.my, http al-azharpress.com, al-aisar.com)


Secara sederhana, mazhab dapat diartikan sebagai aliran mengenai hukum fikih yang menjadi pedoman dan ikutan umat Islam. Dari segi bahasa, kata mazhab  merupakan kata bentukan dari kata dasar dzahaba, yang berarti ‘pergi’. Mazhab juga dapat diartikan ‘jalan atau tempat untuk pergi atau waktu untuk pergi’. Menurut salah seorang ulama (Ahmad ash-Shawi al-Maliki), makna etimologis dari mazhab adalah ‘tempat untuk pergi, seperti jalanan secara fisik’. Adapun secara istilah, makna mazhab yang lazim digunakan dalam ilmu fikih adalah ‘pendapat yang diambil oleh seorang imam dari para imam dalam masalah yang terkait dengan hukum-hukum ijtihadiyah. Pendapat yang diambil oleh seorang imam itu diikuti oleh muridnya dari generasi ke generasi sehingga hal ini kemudian dikenal sebagai mazhab fikih.
Deskripsi makna lain dari mazhab adalah jalan yang dilalui dan dilewati; hal yang menjadi tujuan seseorang baik secara konkret maupun abstrak. Suatu hal dikatakan mazhab bagi seseorang apabila cara atau jalan itu menjadi ciri khasnya. Menurut para ulama dan ahli agama Islam, mazhab merupakan metode (manhaj) yang dibentuk melalui pemikiran dan penelitian sehingga orang yang menjalaninya menjadikannya sebagai pedoman yang jelas batasan-batasan dan bagian-bagiannya, yang dibangun di atas prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah.
Kehadiran dan perbedaan mazhab dalam Islam tidak menunjukkan perbedaan yang mutlak dan polaristis. Perbedaan itu lebih merupakan perbedaan jalan logika dan ide dalam memahami Islam. Adapun perkara pokok dalam akidah atau tauhid masih sama dan tidak berubah.
Dalam pada itu, fikih (fiqh) merupakan salah satu bidang ilmu dalam syariat Islam yang secara khusus menjelaskan masalah hukum yang mengatur aspek-aspek kehidupan manusia yang meliputi kehidupan pribadi, kehidupan bermasyarakat, serta kehidupan manusia dengan Tuhannya. Ulama fikih terkenal, Imam Abu Hanifah, mendefinisikan fikih sebagai pengetahuan seorang muslim tentang kewajiban dan haknya sebagai hamba Allah. Fikih membahas cara beribadah, prinsip rukun Islam, dan hubungan antarmanusia sesuai yang tersurat dalam Alquran dan Hadis.
Secara harfiah, fikih berarti pemahaman yang mendalam terhadap suatu hal. Menurut beberapa ulama, arti fikih secara terminologi adalah ilmu yang mendalami hukum Islam, yang diperoleh melalui dalil di dalam Alquran dan Hadis. Fikih juga merupakan ilmu yang membahas hukum syar'iyyah  dan hubungannya dengan kehidupan manusia sehari-hari, baik dalam ibadah maupun muamalah.
Di kalangan umat Islam Sunni di seluruh dunia dianut empat mazhab fikih sebagai pedoman  umat dalam menjalankan ibadah dan muamalah. Keempat mazhab itu adalah Mazhab Hanafi, Mazhab Maliki, Mazhab Syafi’i, dan Mazhab Hambali. Nama-nama mazhab ini diambil dari nama tokoh ulama yang mencetuskan mazhabnya masing-masing.
Dalam keyakinan umat Muslim Sunni, empat mazhab tersebut valid untuk diikuti. Perbedaan yang terdapat pada setiap mazhab tidak bersifat mutlak dan fundamental. Umat Muslim Sunni kalangan Salafiyah menggunakan semua mahzab dengan dalil yang kuat sebagai pedoman dalam menjalankan ibadah. Berikut ini diuraikan secara singkat empat mazhab yang dianut umat Muslim Sunni.
A.     Mazhab Hanafi
Mazhab Hanafi didirikan oleh Imam Abu Hanifah yang memiliki nama lengkap Abu Hanifah bin Nu'man bin Tsabit Al-Taimi Al-Kufi. Mazhab ini merupakan mazhab yang paling dominan di kalangan umat Islam Sunni. Sekitar 30-45 persen umat Islam Sunni dunia menganut mazhab ini. Penganutnya banyak terdapat di Asia Selatan (Pakistan, India, Bangladesh, Sri Lanka, dan Maladewa), Mesir bagian utara, Irak, Syria, Lebanon, Palestina (campuran Syafi'i dan Hanafi), dan Kaukasia (Chechnya, Dagestan). Mazhab Hanafi dikenal sebagai mazhab yang paling terbuka terhadap ide modern.
B.   Mazhab Maliki
Mazhab ini didirikan oleh Imam Malik bin Anas yang memiliki nama lengkap Malik bin Anas bin Malik bin Abi Amirul Ashbani. Mazhab Maliki diikuti oleh sekitar 15-25 persen Muslim Sunni di seluruh dunia. Mazhab Malik dominan di negara-negara Afrika Barat dan Afrika Utara. Mazhab ini memiliki keunikan dengan menyodorkan tata cara hidup penduduk Madinah sebagai sumber hukum karena Nabi Muhammad saw. hijrah, hidup, dan wafat di sana. Mazhab ini, antara lain, dianut oleh umat Islam Tunisia, Maroko, Aljazair, dan Mesir.
C.  Mazhab Syafi’i
Mazhab Syafi'i adalah mazhab yang dicetuskan oleh Imam Syafi'i pada awal abad ke-9. Mazhab Syafi'i diikuti oleh sekitar 28 persen umat muslim di dunia. Penganutnya tersebar di Indonesia, Turki, Irak, Suriah, Iran, Bahrain, Arab Saudi, Mesir, Somalia, Yaman, Thailand, Kamboja, Vietnam, Singapura, Filipina, dan Sri Lanka. Mazhab Syafi'i menjadi mazhab resmi negara Malaysia dan Brunei Darussalam.
Pemikiran fikih mazhab Syafi'i diawali oleh Imam Syafi'i, yang hidup pada zaman pertentangan antara aliran Ahlul Hadits (cenderung berpegang pada teks hadist) dan Ahlur Ra'yi (cenderung berpegang pada akal pikiran atau ijtihad). Imam Syafi'i belajar kepada Imam Malik sebagai tokoh Ahlul Hadits, dan Imam Muhammad bin Hasan asy-Syaibani sebagai tokoh Ahlur Ra'yi yang juga murid Imam Abu Hanifah. Dari hasil berguru kepada kedua tokoh ulama itu, Imam Syafi'i merumuskan mazhab sendiri, yang dapat dikatakan berada di antara kedua kelompok Ahlul Hadits dan Ahlur Ra'yi.
D.   Mazhab Hambali
Mazhab ini dicetuskan oleh Ahmad bin Muhammad Hanbal bin Hilal. Mazhab Hambali dianut  oleh sekitar 5 persen umat Islam dunia. Mazhab Hambali dominan di daerah Semenanjung Arab serta dianut mayoritas penduduk Hejaz, di pedalaman Oman, serta beberapa tempat di sepanjang Teluk Persia dan beberapa kota di Asia Tengah.
Mazhab Hambali atau Al-Hanabilah dicetuskan oleh Al-Imam Ahmad bin Muhammad Hanbal bin Hilal. Dasar-dasar yang pokok dari mazhab ini adalah berpegang pada Alquran, Hadis marfu', serta fatwa sahabat dan mereka yang lebih dekat pada Alquran dan Hadis. Mazhab Hambali merupakan mazhab yang saat ini dianut di Arab Saudi.

No comments:

Post a Comment